Indahnya Halal Bi Halal Guru MA TU

0
127

Sugihmanik– Sekitar 70 guru dari jenjang MA Banin dan MA Banat Tajul Ulum Brabo swasta Kabupaten Grobogan, jumat pagi 23 Juli 2016, memenuhi kediaman Bp. Riyono Widiatmoko. Berseragam Santri hitam-putih, mereka berdatangan sejak 13.00 seusai jumatan waktu yang tercantum dalam undangan .

Kegiatan tahunan di lingkungan madrasah ini dikemas dalam acara “Halal Bi Halal dan Pembinaan Guru MA Tajul Ulum Brabo 2016.” Selain para guru, acara dihadiri Ketua Yayasan Guru dan Tenaga Kependidikan MATU.

Meskipun bersifat tahunan, halal bi halal selalu menyemai semangat mengabdi, mewaqafkan diri dan ilmu pengetahuan para guru untuk sebaik-baiknya diamalkan kepada peserta didik di lingkungan madrasah masing masing. Saya menyatakan demikian karena sambutan-sambutan para pejabat dan ketua panitia menggelorakan semangat pantang menyerah dalam mendidik dan bersyukur dalam mengemban tugas kependidikan.

“Guru menyelamatkan moral bangsa,” begitu salah satu pernyataan KH. Mustofa Sahli, M.Ag selaku pembuka acara ini.

Sambutan yang tak kalah bijak adalah dari Kepala Madrasah yaitu H. Ahmad Mohdlori, S.Ag. M.S.I. Beliau mengatakan kurang lebih seperti ini, “Guru itu satu tingkat di bawah nabi, karena guru adalah warosyatul anbiya (pewaris para nabi). Tanpa guru, bagaimana corak peradaban akan berlangsung baik?”

Selanjutnya beliau juga membesarkan hati para guru dengan menceritakan kesejahtaraan guru. Pihak Yayasan memahami, menyampaikan tanda jasa berupa bantuan tunjangan kesejahteraan untuk guru perlu disampaikan dengan baik.

Selanjutnya beliau juga menuturkan kembali pesan Almarhum KH Baidlowi Samsuri  bahwa guru mengajar agar tidak punya niat membuat muridnya jadi pandai. Jika murid tersebut akhirnya tidak pandai, guru akan marah sehingga hilanglah keihlasan dalam mengamalkan ilmunya.

Pada kegiatan halal bi halal tiap tahun di lingkungan MATU ini, sambutan KH. Abdurohman,S.Pd.I selalu menyejukkan hati guru. Sebagaimana saat ini, sambutannya cukup panjang tapi tidak membosankan. Setiap yang dikatakan adalah semangat bagi para guru untuk mengabdi di dunia pendidikan.

Berikut ini juga bagian dari sambutan beliau tadi pagi; “Imam Ghozali mengatakan bahwa guru mengajar jika ikhlas lebih baik daripada melaksanakan ibadah mahdhah (seperti sholat, zakat, puasa dan haji).”

Kegiatan ini, selain sebagai acara tahunan di bulan Syawal para guru madrasah, juga dijadikan ajang silaturahmi(kg.Arief)