MARHABAN YA RAMADHAN

0
331

Brabo – Marhaban ya  Ramadhan, selamat datang wahai Ramadhan. Bulan suci datang tiap tahun, namun tidak semua orang bisa bertemu dengannya. Sayangnya bulan ini hanya ada satu kali dalam setahun dan hanya 29 hari atau 30 hari, yaitu dalam beberapa hari yang terbatas “. (Qs. al _Baqarah : 186).   Bagi orang beriman tentu kedatangannya adalah peluang yang luarbiasa untuk muhasabah dan bertaubat kepada Allah swt, sehingga akan meraih gelar orang yang bertakwa. Rasulullah saw telah memperingatkan kepada umatnya dengan sabdanya “ Barang siapa yang berpuasa dibulan suci Ramadhan kerena iman dan mengharap ridlo Allah swt  maka Allah swt akan mengampuni dosanya yang telah lalu”. Sebuah motivasi yang luar biasa agar umat Muhammad saw mempersiapkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Sudah menjadi kebiasaan bagi umat islam di Indonesia apabila mendekati bulan Ramadhan, mereka akan saling mengucapkan “Marhaban Ya Ramadhan”. Bahkan seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan media sosial, penggunaan kalimat itu pun seringkali terlihat baik bentuk tulisan maupun gambar.

Memang bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam karena berbagai macam keutamaan di dalamnya seperti berlipat-lipatnya pahala, diampuni dosa dan turunnya rahmat serta keberkahan Allah. Tak hanya itu saja di dalamnya juga terdapat suatu malam yang jika mampu mendapatkannya, maka kita akan memperoleh pahala seperti seribu bulan. Sebuah bulan yang sarat dengan kemuliaan. Rasa antusias menyambut bulan suci tersebut sontak membuat media sosial dipenuhi dengan beragam ucapan “Marhaban Ya Ramadhan”. Namun tahukah arti dari kalimat itu sebenarnya?

Kebanyakan umat islam mengartikannya secara perkata yang berarti, “Selamat datang wahai bulan Ramadhan.” Padahal ternyata makna sebenarnya bukanlah seperti itu. Jika ditelaah dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata ‘Marhaban’ mengandung makna kata seru yang diucapkan untuk menyambut atau menghormati tamu (selamat datang).

Akan tetapi menurut bahasa arab, Marhaban merupakan kata turunan dari awal kata ‘rahb’ yang memiliki arti ‘luas atau lapang’. Sehingga ucapan ini menunjukkan sebuah kelapangan dada atas tamu yang datang. Ia akan menerima dengan penuh kegembiraan dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan guna membuat tamu tersebut nyaman.

Akar kata Marhaban juga sama dengan rahbat yang memiliki arti “ruangan luas untuk kendaraan, guna memperoleh kebaikan atau kebutuhan pengendara sehingga bisa melanjutkan perjalanan.” Sehingga jika mau direnungkan maknanya, maka ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” memiliki arti selamat atas datangnya bulan Ramadhan yang disertai dengan penerimaan penuh lapang dada dan kegembiraan. Dengan kata lain datangnya bulan Ramadhan tidak diisi dengan menggerutu dan menghiraukannya karena dianggap mengganggu ketenangan dan kenyamanan kita yang terbiasa makan siang hari ataupun hal lainnya yang dilarang selama Ramadhan.

Ramadhan datang dengan membawa kemuliaan bagi orang yang bertakwa dan tentunya akan berbeda hasilnya bagi umat Islam yang tidak bisa menggunakan kesempatan emas tersebut.  Dalam Ramadhan akan ada pengujian ritual dan sosial.  Dalam ritual  umat islam akan diuji apakah umat Islam akan dapat  meningkatkan dalam ibadah mahdhah seperti puasa, sholat tarawih atau stagnan dalam beribadah. Sedangkan dalam dimensi  sosial anjuran untuk  berzakat, infak, sedekah sangat tepat dalam moment puasa karena dengan berpuasa Ramadhan akan muncul jiwa empati yaitu merasakan lapar apa yang dialami oleh kaum miskin. Rasulullah Muhammad saw telah memberikan peringatan pada umatnya agar siap jemput Ramadhan, maka dalam bulan Sya’ban digunakan sebagai pemanasan. Bulan Sya’ban adalah bulan, lalai karena didalam bulan sebelumnya Rajab, umat Islam mendapatkan wahyu sholat sehingga uphoria, lupa karena meresa senang dapat melakukan ibadah sholat sehingga lupa datangnya bulan Ramadhan. Dibulan sya’ban Rasulullah Muhammad saw melakukan puasa penuh dengan mengganti puasa-puasa bulan sebelumnya dan di bayar pada bulan Sya’ban.

Tanpa terasa bulan Ramadhan akan segera tiba. Bulan yang ditunggu kedatangannya oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai bulan ibadah, pelebur dosa, bulan kasih sayang  Allah swt kepada manusia. Pada bulan Ramadhan pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, setan dibelenggu, dan bulan Ramadhan ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan yang disebut dengan Lailatul Qodr.

 

Persiapan Memasuki Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan tarbiyah yang akan mengubah menjadi manusia yang bertakwa seperti pengqiyasan mengubah ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang indah dan penuh pesona. Apakah ada jaminan bulan Ramadhan tahun ini kita masih bertemu, maka perlu persiapan khusus untuk menyambutnya agar ibadah lebih berkualitas. Kita ingin Allah swt memberikan keberkahan di bulan Rajab, Sya’ban dan sampai bulan Ramadhan dengan sebuah doa  “ Allahumma bariklana fi Rajaaba wa Sya’bana wa balighna Ramadhan “.

 

Orang yang naik panggung tanpa persiapan, maka dia akan turun panggung tanpa penghormatan. Sebuah peribahasa yang memberikan pengajaran agar kita menyambut bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknya sehingga akan berkualitas hasilnya. Bagaimana cara mempersiapkan diri sambut ramadhan ? Jawabannya tentu mencontoh kepada Rasulullah saw karena beliau adalah uswah hasanah dalam segala kehidupan umatnya.

 

Persiapan Fisik

Seseorang yang tidak terbiasa puasa, tadarus, sholat tarawih, sedekah akan terasa berat untuk melakukannya. Rasulullah saw terbiasa melaksanakan puasa senin, kamis, puasa Dawud dan puasa Ayyamul bidh atau puasa tengah bulan. Itulah sebabnya mengapa persiapan Ramadhan harus dilakukan jauh-jauh hari bahkan tiga bulan sebelumnya, sehingga sisa waktunya masih cukup untuk menambah pahala dengan puasa sunnah sebelum akhir Sya’ban.

 

Persiapan ilmu

Iblis lebih takut kepada satu orang yang ahli ilmu daripada seribu orang ahli ibadah. Orang yang ahli ilmu akan tahu kualitas dan kwantitas ibadah yang akan dilaksanakan. Bukankah dalam urusan dunia yang diterima adalah yang berkualitas. Produk perusahaan yang berkualitas akan diterima dipasaran daripada yang tidak berkualitas. Agar berkualitas, sebelum Ramadahan tiba dengan membaca buku fikih tentang seluk-beluk puasa ramadhan baik tentang yang diharamkan dalam berpuasa, sunah puasa, makruh puasa.

Persiapan Ruh dan harta

Orang yang tidak terbiasa melaksanakan ibadah sebelum Ramadhan maka akan terasa berat, karena urusan ibadah adalah urusan dengan Allah swt. Berpuasa, qiyamul lail, tadarus, infak, zakat, sedekah akan  terasa berat jika tidak terbiasa dan tentunya ketika seseorang sudah ada persiapan dibulan sya’ban akan terasa ringan dan tanpa beban. Begitu juga  harta akan terasa berat jika mengeluarkannya untuk pembangunan masjid, mushola, madrasah.  Ungkapan, uang seratus ribu terasa kecil bila dibawa ke mall dan terasa besar jika untuk sedekah akan bergesar di bulan Ramadhan karena Allah swt akan melipatgandakan pahala ibdah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan.

Walhasil jika ibadah ritual dan sosial dilaksanakan dengan penuh semangat dan berharap maka impian menjadin kupu-kupu akan tercapai menjadi manusia yang bertakwa. Amin